Tips Agar UKM Fashion Bisa Berjaya

Tips Agar UKM Fashion Bisa Berjaya

Tips Agar UKM Fashion Bisa Berjaya, – Anak muda tidak pernah kehabisan kreativitas. Di tengah pandemik COVID-19, usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang fashion dan tekstil mengatur strategi untuk tetap bertahan bahkan mampu meningkatkan penjualan dengan berbagai cara jitu yang relevan dengan situasi saat ini.

Dalam sambutannya, Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM mengemukakan bahwa nilai ekspor sektor ini mencapai hampir US$13 miliar. Maka dari itu, menjaga performa UKM fashion di tengah situasi pandemik sangatlah penting.

Tapi tetap bertahan di kondisi saat ini tidaklah mudah. Meski begitu, sejumlah pelaku UKM yang ikut serta dalam webinar tersebut memberikan tips untuk tetap berjaya selama pandemik ini.

Menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen saat ini

Webinar Everything Indonesia: Strategi UKM Fashion di Era New Normal turut pula menggandeng para pelaku UKM fashion tanah air. Ada Riri Rengganis pemilik brand Indische dan Rengganis, Putri Andam Dewi selaku co-founder dan creative director SARE/ Studio, serta Astika Aquilla selaku co-founder Tepa Selira.

Pada webinar ini, ketiga pengusaha ini bercerita tentang bagaimana usahanya beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Misalnya, Riri Rengganis dan Astika Aquilla yang kini memproduksi masker dengan motif yang lucu, unik, dan senada dengan baju-baju hasil rancangannya.

Putri Andam Dewi pun mengemukakan bahwa kini SARE/ studio turut pula memproduksi loungewear yang nyaman digunakan selama di rumah namun tetap terlihat stylish saat digunakan ke luar rumah. Kreatif bukan?

Memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah

Tak sedikit UKM yang terkendala soal modal selama pandemik ini. Untuk itu, pemerintah telah turun tangan melalui beragam program.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, pun turut menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah mengadakan program pembinaan bagi para pelaku UKM bidang tekstil dan fashion, serta menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa bunga selama 6 bulan khusus untuk pembelian mesin tekstil.

Dengan demikian, para pelaku UKM fashion dapat meningkatkan produksi dan kualitas produknya guna memenuhi kebutuhan pasar nasional dan internasional.

“Kami juga mengadakan pelatihan dua tahap. Pelatihan secara teori kami lakukan secara webinar, kemudian pelatihan praktik. Kami buatkan videonya dan kami upload ke YouTube. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah. Praktik-praktik kami lakukan di balai desa, pengajarnya itu dari daerah asal,” kata Gati Wibawaningsih.

Kemenperin juga menyediakan kesempatan pelaku usaha untuk scaling up, dengan memberikan potongan harga pembelian mesin. “Kalau mesinnya buatan dalam negeri potongannya 30%, kalau impor 25%,” kata Gati Wibawaningsih.

Menggunakan bahan baku lokal untuk dukung industri dalam negeri

Presiden Joko Widodo telah meresmikan gerakan #BanggaBuatanIndonesia dan #SemuanyaAdaDisini untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku dalam negeri. Salah satu perusahaan yang sejalan dengan gerakan nasional tersebut adalah Asia Pacific Rayon (APR) yang memproduksi serat viscose rayon secara berkelanjutan.

Dalam webinar , Basrie Kamba selaku Direktur Asia Pacific Rayon turut pula mensosialisasikan semangat Everything Indonesia, yakni mendorong penggunaan produk buatan dalam negeri sejalan dengan operasional perusahaan yang sepenuhnya berasal dari dalam negeri.

“Kami berharap semangat Everything Indonesia dan bangga buatan Indonesia ini dapat menjadi penggerak bagi UKM untuk terus berkarya dan berkolaborasi bersama dalam menciptakan produk-produk unggulan asli dari Indonesia,” kata Basrie Kamba.

Memanfaatkan platform online

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga menyampaikan pentingnya untuk menggunakan platform online untuk menjangkau pembeli. Selain memanfaatkan e-commerce, pemasaran secara online juga lebih efektif untuk jangkau pembeli yang selama pandemik lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Contohnya seperti Astika Aquilla dari Tepa Selira yang mengadakan online fashion show dan berkolaborasi dengan beberapa influencer untuk mempromosikan produk-produknya.

“Kita berkolaborasi dengan selebgram yang potensial. Jadi, kita lihat lingkaran pertemanannya, kira-kira akan jadi booming atau tidak. Itu strategi yang cukup efektif karena traffic kita meningkat drastis,” kata Astika yang juga mengatakan bahwa pemasaran online lebih efisien secara biaya.

Menangkap peluang baru sesuai tren

Bagi yang jeli, pandemik juga menciptakan peluang baru yang bisa digarap oleh para pelaku usaha. Contohnya, penjualan sepeda selama pandemik naik hingga 300%.

Kenaikan ini adalah peluang bagi industri tekstil untuk menjual berbagai aksesoris yang berkaitan dengan sepeda. Misalnya, seperti menjual pakaian, tas, sarung tangan, saddle cover, dan lain sebagainya.

“Jadi memang saya melihat ini kesempatan yang bagus. Bukan hanya industri sepedanya saja yang naik, tapi related industry juga bisa ikutan. Jadi tekstil ini nggak ada matinya dengan catatan pemerintah harus support,” kata Gati Wibawaningsih.

***

Itu dia hal yang bisa dilakukan oleh UKM fashion agar tetap bertahan, bahkan berjaya, selama pandemik. Bagi kamu para pegiat industri ini, yuk tetap berinovasi!