Tiga Jurus agar Bisnis Bisa Bertahan Hadapi Resesi

Tiga Jurus agar Bisnis Bisa Bertahan Hadapi Resesi

Tiga Jurus agar Bisnis Bisa Bertahan Hadapi Resesi – Resesi sudah di depan mata. Apalagi setelah Kementerian Keuangan memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI kuartal III-2020 menjadi minus 2,9% sampai minus 1,0%.

Indonesia kian dekat dengan resesi ekonomi. Bahkan pemerintah tidak memungkiri fenomena tersebut. Resesi yang dialami Indonesia dan beberapa negara lain akibat dampak dari COVID-19 yang melumpuhkan banyak kegiatan ekonomi.

Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan strategi baru untuk beradaptasi dan membangun champion team alias tim juara dalam menghadapi resesi di masa pandemik COVID-19 saat ini.

Lakukan penyesuaian pada model bisnis

Dilansir cal-graf.com Steering Committee Inclusive Human Resource Indonesia (IHRI) Anwar Yulistianto menyampaikan HRD juga perlu melakukan perubahan di era pandemik COVID-19 saat ni. Hal ini dilakukan agar tim HR mampu mendukung kinerja tim dengan lebih efektif dan produktif.

“Ini mendorong tim HR dan perusahaan untuk cepat beradaptasi dan melakukan adjustment dari sisi model bisnis maupun cara kerja yang didukung dengan perangkat kerja berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di era digitalisasi ini. HRD perlu membangun sistem untuk menjamin efektivitas dan produktivitas selama kerja dari rumah seperti sistem absensi, pembagian tugas, dan evaluasi pekerjaan,” jelas dia.

Berdampak Juga Pada Dunia Usaha

Perbarui strategi penjualan

Chief People & Legal Officer MAKA Group, Adisti Ikayanti mengatakan bahwa memperbarui strategi penjualan menjadi salah satu pilihan tepat guna bertahan di situasi sulit saat ini.

Dia mencontohkan, salah satu brand unggulan dari MAKA Group, Toko Kopi Tuku. Memperbarui strategi penjualan selama pandemik dan bersiap hadapi resesi dengan melihat peluang baru.

“Saat awal PSBB, kami berpikir bagaimana Tuku bisa tetap dinikmati orang walaupun banyak keterbatasan akses. Akhirnya kami berinovasi dengan produk dan membuat Tukucur, kopi Tuku dalam kemasan 1 liter, sehingga orang-orang bisa tetap menikmati kopi Tuku tanpa perlu memesan berkali-kali dalam kemasan kecil,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Selasa (20/10/2020).

Lebih lanjut, Adisti menjelaskan bagaimana adaptasi penjualan membutuhkan champion team untuk menjalankannya. “Karena sebelumnya tim yang in charged tidak begitu familier dengan platform e-commerce, akhirnya MAKA Group perlu melakukan restrukturisasi tim, jadi ada karyawan yang dipindah antar departemen supaya kerjanya lebih efektif,” tambah dia.

Bangun ‘champion team’

Setelah memperbarui strategi perusahaan, dibutuhkan tim yang cekatan untuk menjalankannya. Psikolog, Tutut Handayani menilai talenta muda yang dibutuhkan perusahaan selama resesi adalah mereka yang bisa cepat beradaptasi.

“Banyak yang perlu dipertimbangkan dalam membangun champion team. Selain talenta muda yang sesuai dengan visi misi perusahaan. Memiliki skill dan potensi khususnya dalam leadership, perusahaan paling membutuhkan talenta muda yang bisa cepat beradaptasi,” imbuh dia.

“Karena kecepatan kita beradaptasi melatih tim untuk mempunyai mentalitas cepat bangkit. Saat dalam keadaan terpuruk seperti resesi yang kita hadapi sekarang,” tambahnya.

CEO TopKarir Indonesia, Bayu Janitra Wirjoatmodjo, menambahkan bahwa menemukan talenta muda. Yang cepat beradaptasi perlu dilakukan secara cepat, mudah, dan efektif. “Bangkitnya perusahaan dari resesi bergantung pada kinerja talenta kerja di dalamnya,” ujar dia.