Sri Mulyani Menyebutkan Penyaluran Stimulus Corona Masih Terkendala

Sri Mulyani Menyebutkan Stimulus Penyaluran Corona Masih Terkendala

Sri Mulyani Sebut Penyaluran Stimulus Corona Masih Terkendala. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyetujui masih terjadi selisih (kesenjangan) antara anggaran yang disediakan pemerintah untuk stimulus masyarakat dan dunia usaha yang tertekan virus korona dengan realisasi pemberian.

Sri Mulyani menyebut penyaluran stimulus realisasinya besar hanya untuk program perizinan sosial. Data Kementerian Keuangan mencatatkan implementasinya mencapai Rp28,63 persen dari total dana yang dihimpun Rp203,90 triliun.

Khusus untuk program, bantuan sosial, kata dia, cukup optimal seperti program keluarga harapan (PKH), sembako, dan bansos tunai. Pemerintah juga telah merealisasikan diskon tarif listrik. Namun, untuk program kartu prakerja dan BLT Dana Desa masih perlu diperbaiki lagi.

Ia menghargai pihak-pihak yang terkait perlu meningkatkan bantuan stimulus di lapangan sehingga bisa segera meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini masih perlu dilakukan perbaikan. Jadi tantangannya ada perbaikan, target diperbaiki. Tetapi, ini sudah cukup banyak memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Tambah Anggaran Penanganan Corona Jadi Rp695 T

Celah itu bisa dilihat dari komitmen penyaluran, ada 5 stimulus yang anggarannya sudah diberikan pemerintah. Daftar Poker Deposit Pulsa

Stimulus pertama, untuk sektor kesehatan. Data Kementerian Keuangan total stimulus stimulus sektor kesehatan mencapai Rp87,75 triliun.
Tetapi dari total anggaran tersebut yang baru terealisasi mencapai 1,54 persennya saja.

Stimulus kedua, untuk dunia usaha.
Total anggaran yang disediakan mencapai Rp120,61 triliun. Akan tetapi, stimulus baru tersalur 6,8 persennya saja.

Menurutnya, minimalnya stimulus penyaluran ini menimbulkan Wajib Pajak (WP) yang memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif yang belum disetujui atau diminta. Oleh karena itu, ia menyatakan pemerintah akan melakukan sosialisasi lebih luas sehingga menyebabkan usaha paham akan fasilitas dari pemerintah untuk meringankan beban perusahaan.

“Kami juga akan melihat, melacak terhadap jumlah perusahaan atau WP yang memenuhi syarat memenuhi syarat (layak) mendapatkan fasilitas tersebut,” katanya di Jakarta.

Stimulus persen, untuk UMKM dengan anggaran Rp123,46 triliun. Sampai sekarang, stimulus baru tersalur 0,6 persen. Ia menuturkan bahwa penyampaian stimulus pada sektor UMKM masih terkendala persiapan, persiapan data, serta persiapan TI untuk mendukung operasional.

“Yang lewat perbankan dan lembaga keuangan bukan bank, kami harus bekerja sama dengan OJK untuk infrastruktur IT dan data agar optimal dan akuntabel,” katanya.

Stimulus Empat, untuk pembiayaan korporasi. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp53,57 triliun untuk stimulus tersebut.

Namun, sampai saat ini belum ada satu pun stimulus perak yang disalurkan. “Kami fokus ke bulan Juni agar seluruh peraturan dan dukungan bisa disetujui untuk membantu dunia usaha,” katanya.

Stimulus melampaui, untuk sektoral dan pemerintah daerah baru (pemda) yang total anggarannya mencapai Rp106,11 triliun. Sampai saat ini stimulus ini baru terealisasi 3,65 persen. Oleh sebab itu, ia mengatakan akan terus melakukan komunikasi dengan pemda agar persetujuan bisa dilakukan. Ini diperlukan agar kegiatan ekonomi pada kuartal III dan kuartal IV bisa kembali bergerak.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *