Perusahaan Miras Lebih Mahal

Perusahaan Miras Lebih Mahal

Perusahaan Miras Lebih Mahal , – Perusahaan pembuat minuman keras (miras) paling populer di dunia Kweichow Moutai mengklaim menjadi perusahaan publik terbesar di Cina. Klaim ini berdasarkan data dari Refinitiv yang menyatakan saham perusahaan naik lebih dari 23% tahun ini.

Perusahaan pemilik merek miras Baijiu, saat ini bernilai lebih dari US $ 259 miliar, setara Rp 3,680 triliun (kurs Rp 14.100 / dolar AS).

Nilai perusahaan ini lebih tinggi dari nilai bank terbesar di Tiongkok. Yakni Industrial and Commercial Bank of China dengan nilai US $ 253 miliar (Rp 3,600 triliun).

Hao Hong, kepala penelitian di BOCOM International. Cabang sekuritas Bank of Communications China mengatakan kenaikan saham untuk investor yang melihat kenaikan yang signifikan di Moutai.

Saat ini banyak investor yang tidak ingin mengambil risiko di tengah krisis pandemi. Hal itu membuat investor tetap membeli saham Moutai sementara mahal.

Hong menjelaskan itu Moutai memiliki laju keberhasilan yang jelas. Bertahun-tahun perusahaan mendapati pertumbuhan pendapatan yang kuat dari penjualan merek yang meningkatkan pendapatan dan harga stabil.

Pada 2017 Moutai menjadi pembuat minuman keras terbesar di dunia, melampaui Diageo (DEO), perusahaan Inggris yang memiliki Johnnie Walker dan merek besar lainnya. Nilai pasar Diageo saat ini sekitar US $ 81 miliar (Rp 1,150 triliun). AB InBev (BUD), pembuat bir terbesar di dunia, bernilai sekitar US $ 88 miliar (Rp 1,252 triliun).

Tahun lalu, Moutai juga menjadi perusahaan China pertama sejak 2005 dengan harga saham mencapai 1.000 yuan (sekitar US $ 145) per saham. Saham Moutai saat ini diperdagangkan pada 1,460 yuan per saham.

Minuman keras emang selalu identik dengan semua yang terkait pesta atau selebrasi momen tertentu. Kamu tahu gak kalau minuman keras itu ada lho yang harganya sangat mahal sampai miliaran rupiah.

Sejatinya, minuman ini disebut keras karena mengandung etanol yang diperlukan dari proses penyulingan. Etanol sendiri dibeli dengan cara fermentasi biji-bijian, buah-buahan juga sayuran.

Di Indonesia, resolusi “minuman keras” dan “minuman beralkohol” tercampur aduk dan mempertimbangkan barang yang sama juga termasuk minuman fermentasi yang gak melalui proses penyulingan seperti bir, tuak, anggur, dan sari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *