Pertumbuhan Bisnis BRI Tetap Aman 

Jadi Penyelamat UMKM dari Pandemik, Pertumbuhan Bisnis BRI Tetap Aman

Pertumbuhan Bisnis BRI Tetap Aman – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan bisnis Wealth Management (WM) yang signifikan di tengah pandemi. Hingga akhir Juli 2020 tercatat Asset Under Management WM BRI mencapai Rp 129,78 triliun atau tumbuh 25% year on year.

Seiring fokus menyelamatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akibat tekanan perekonomian di tengah pandemik, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, tetap mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang baik. Berikut athleticfieldmarker.com lampirkan laporan keuangan yang telah dilakukan BRI pada kuartal II atau semester awal di tahun 2020, yang disampaikan secara daring, Rabu.

Restrukturisasi dan penyaluran kredit pinjaman

Direktur Utama BRI, Sunarso, memaparkan saat ini fokus BRI membangkitkan kembali para pelaku UMKM karena restrukturisasi kredit di bulan Juni dan Juli sudah melandai dibandingkan periode April dan Mei yang lalu.

Nasabah Mengatur Perencanaan Keuangannya Agar Tetap Stabil

Penyaluran kredit sebesar 5,23 persen merupakan pencapaian tinggi BRI

Hingga kuartal II atau Juni 2020, secara konsolidasian BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp922,97 triliun atau tumbuh sebesar 5,23 persen year on year (yoy). Pencapaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan kredit industri perbankan di bulan Juni 2020 sebesar 1,49 persen yoy.

Salah satu penyumbang utama pertumbuhan kredit BRI adalah segmen mikro dan retail menengah. Penyaluran kredit mikro tumbuh 7,1 persen dan retail menengah tumbuh 8,51 persen. Begitupun komposisi kredit UMKM BRI merangkak naik menjadi 78,58 persen pada Juni 2020. Atau senilai Rp725,27 triliun disalurkan ke segmen UMKM.

BRI mencatatkan laba pada kuartal II sebesar Rp10,2 T

Pada sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI konsolidasian tercatat mencapai Rp1.072,50 triliun atau tumbuh 13,49 persen yoy. Pencapaian ini lebih tinggi dari penghimpunan DPK industri perbankan di bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 7,95 persen yoy.

Strategi yang telah diterapkan perusahaan untuk tetap tumbuh di tengah pandemik membuahkan hasil yang positif. Hingga akhir Juni 2020, perseroan mampu mencatatkan laba konsolidasian sebesar Rp10,20 triliun. Dengan aset konsolidasian mencapai Rp1.387,76 triliun atau tumbuh 7,73 persen yoy.

Di sisi lain, pandemi mampu mendorong transaksi digital di BRI sehingga mampu mendongkrak pencapaian pendapatan berbasis komisi. Hingga akhir Semester I 2020, pendapatan berbasis komisi BRI tercatat sebesar Rp 7,46 triliun atau tumbuh 18,59 persen yoy.

Transformasi yang dilakukan BRI juga sebagai upaya menjaga keberlangsungan UMKM dengan membawa misi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.