Nilai Investasi Properti Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Kata Pengamat

Nilai Investasi Properti Meningkat, Ini Kata Pengamat

Nilai Investasi Properti Meningkat – Laporan realisi investasi Penanaman Modal Asing (PMA),  Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN). Dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selama kuartal pertama 2020 telah resmi dirilis.

Berdasarkan laporan tersebut, realisasi investasi di sektor properti dan hospitalitas mengantongi nilai investasi yang cukup tinggi. Tampaknya sektor properti akan mendapatkan angin segar di tengah Pandemi Covid-19.

Associate Director Coldwell Banker Commercial Dani Indra Bhatara mengatakan bahwa. Ini merupakan angka yang memberikan sentimen positif untuk pengembangan properti secara umum pada tahun 2020.

“Sebenarnya untuk Kuartal-1 sekitar dua bulan awal, bisnis cenderung masih cukup normal. Baru pada bulan Maret pengaruh Covid-19 ini sangat terasa,” tutur Dani menjawab Kompas.com Sabtu (9/5/2020)

Baca juga : OJK : Satu Juta Nasabah Bank Sudah Dapat Keringanan Cicilan

Dani melanjutkan, apabila dilihat nilai investasi dari angka PMA. Hal itu menjadi pertanda baik bahkan untuk sektor hotel dan restoran yang mengalami kenaikan investasi yang signifikan.

“Jika dilihat dari hasil kajian kami untuk sektor properti komersial pada Kuartal I-2020, hotel menjadi sektor yang sangat terpengaruh dan mengalami penurunan yang cukup signifikan, dan sudah terjadi,” lanjutnya.

Nilai Investasi Properti Meningkat

Demikian juga di sektor apartemen dan perumahan yang mengalami penurunan dari sisi penjualan khususnya terjadi mulai pada minggu kedua bulan Maret. Sementara untuk ritel dan perkantoran, masih cenderung stagnan karena secara operasionalnya menurun drastis. Namun dari sisi okupansi cenderung masih belum banyak perubahan.

“Dari sisi perbaikan, hotel cenderung akan menjadi sektor paling awal yang akan bergerak positif, kemudian diikuti perumahan, dan perlahan ke apartemen,” prediksi Dani. Sedangkan perkantoran dan kawasan industri akan menjadi sektor yang justru akan lebih lama pulih.

Dani juga menyebutkan bahwa para pengembang perlu berhati-hati terhadap catatan realisasi angka investasi PMA pada kuartal pertama ini. Pasalnya pengaruh pademi baru terasa pada bulan Maret, dan berlanjut hingga saat ini karena belum diketahui kapan Covid-19 teratasi.

“Memang awal 2020 PMA sektor properti memberikan sentimen positif, namun dengan perubahan situasi yang signifikan saat ini diperkirakan tidak berlanjut secara positif pada Kuartal II,” ucap Dani.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *