Rupiah Menguat ke Rp14.115

Rupiah Menguat ke Rp14.115 per Dolar AS

Rupiah Menguat ke Rp14.115 – Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.115 per dolar AS pada hari ini. Posisi ini telah menguat 15 poin atau 0,11 persen dari Rp14.130 pada hari Rabu. Mata uang dolar AS menguat dari mata uang AS. Mata uang Garuda sudah menguat bersama dolar Singapura, menguat 0,08 persen dan baht Thailand 0,03 persen.

Sementara dolar Hong Kong masih stagnan. Sementara won Korea Selatan turun 0,66 persen, yuan Tiongkok minus 0,28 persen, ringgit Malaysia minus 0,15 persen, yen Jepang minus 0,04 persen, dan peso Filipina minus 0,04 persen. 

Begitu pula dengan mata uang utama negara yang sudah maju, lebih rendah dari dolar AS. Dolar Australia turun 0,05 persen, franc Swiss minus 0,04 persen, dolar Kanada minus 0,01 persen, euro Eropa minus 0,01 persen. Hanya rubel Rusia yang menguat 0,05 persen. Sementara poundsterling Inggris masih stagnan.

“Isu yang dapat menentang aset risiko adalah rencana pengenaan tarif impor terhadap barang-barang dari Eropa oleh AS, yang dapat menentang perang dagang yang baru,” ungkap Ariston, Kamis.

Selain itu, sentimen juga melaporkan virus baru corona atau covid-19 di berbagai negara juga masih menyelimuti kejahatan pasar. Salah satunya, Daftar IDN Poker .

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memutuskan ada 26.519 kasus baru, sehingga total mencapai 2,29 juta kasus di AS. Jumlah kematian juga sudah mencapai 120 ribu orang pada hari ini.

“Kasus covid-19 yang terus saja meninggi akan dikhawatirkan karena perbaikan ekonomi yang sekarang sedang terjadi sejak pembukaan kembali ekonomi,” katanya.

Kendati menguat, namun Analis sementara Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah akan tertekan pada hari ini. Proyeksinya, rupiah bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.200 per dolar AS.

Pelemahan rupiah juga akan ditampilkan oleh beberapa mata uang lain. Hal ini terjadi akibat sentimen negatif dari sinyal ‘perang baru’ antara AS dan Eropa di bidang perdagangan.

Kendati begitu, menurutnya, masih ada sebagian besar pasar yang optimis dengan pemulihan ekonomi dunia. Hal ini diharapkan semua mampu menopang pergerakan mata uang, sehingga tidak perlu tertekan pada hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *