Duh! UMKM di Daerah Banyak yang Tidak Tahu Cara Pemasaran Melalui Digital

HIPMI mengharapkan pemerintah bisa ikut bantu

UMKM Pemasaran Digital – Upaya menjadikan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar dan tonggak ekonomi Indonesia masih terbentur tantangan dan perlu dorongan untuk terlibat aktif penggunaan teknologi digital. Masalahnya banyak UMKM belum maksimal menggarap peluang tersebut.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan, faktor yang menyebabkan UMKM Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan usaha selain masalah permodalan, UMKM di Indonesia juga terkendala masalah jaringan pasar. Sehingga, pentingnya UMKM untuk melek media digital agar mampu merambah pasar lebih luas.

“Di bulan puasa kemarin kita melakukan sosialisasi kepada seluruh Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI se-Indonesia banyak yang tidak tahu dengan masalah UMKM, khususnya pemasaran melalui digital. Sehingga dari pemikiran itulah saya teringat dengan Bang Rachmat Kaimuddin pernah ketemu di Istana, yang mana juga sekarang menjadi CEO Bukalapak,” ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (13/6).

Lalu, apa masukan BPP HIPMI agar sektor UMKM lebih familiar terhadap teknologi digital?

1. BPP HIPMI mengkritik minimnya pendampingan dari pemerintah dan swasta

Dalam acara bersama Bukalapak itu, Maming mengatakan masalah promosi yang bisa dilakukan di media berbasis online seperti media sosial kurang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dinilai karena minimnya pendampingan dari pemerintah maupun swasta akan pemahaman tentang digitalisasi, dan potensi media sosial sebagai sarana promosi.

“Sehingga saya meminta bekerjasama dengan HIPMI untuk memberikan pelatihan khususnya untuk UMKM bukan hanya HIPMI, tapi juga masyarakat umum yang hadir di acara webinar ini. Sehingga, bisa memberikan pengalaman-pengalaman bagi UMKM-UMKM khususnya UMKM yang ada di HIPMI,” ucap Maming.

2. Komitmen HIPMI bantu UMKM Indonesia

Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu berharap, pemerintah mulai memberikan perhatian lebih terhadap UMKM nasional guna mendongkrak ekonomi nasional dan terlebih mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat luas.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal HIPMI masuk ke digital online, di mana bekerjasama dengan digital-digital online yang lainnya dan dimulai dari Bukalapak,” ungkapnya.

Baca juga: Langkah Erick Thohir Rombak Pertamina dan Sindir PLN

Di waktu yang sama, Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Koperasi dan UMKM BPP HIPMI Rano Wiharta mengatakan anggota HIPMI dapat memanfaatkan kekuatan digitalisasi, agar masing-masing usahanya dapat memperoleh hasil yang maksimal.

3. Bukalapak siap bantu UMKM Indonesia

Sementara itu, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, Bukalapak ingin memberdayakan entrepreneur terutama UMKM. Menurutnya, banyak UMKM di daerah yang kurang berkembang walaupun bisnisnya sudah berjalan 10 hingga 20 tahun. Dan tidak mendapatkan manfaat dari perkembangan inovasi dan teknologi.

“Dan alhamdulillah Bukalapak sudah 10 tahun berjalan. Bukalapak bergerak di bidang e-commerce, jadi kita ingin membangun platform sistem perdagangan barang dan jasa berbasis teknologi. Harapan kita dengan adanya platform e-commerce atau sistem ekonomi ini. Kita bisa jadi tempat untuk menciptakan ekonomi yang adil untuk semua,” ujar Rachmat.

Bukalapak kini tengah bergerak untuk menjadi aplikasi super yang bisa melakukan banyak hal dan memberi banyak solusi. Target mereka adalah menjadikan Bukalapak menjadi aplikasi yang lebih sering dibuka oleh para pengguna.

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *