Cara mengajukan permintaan dana untuk membangun usaha

Pengajukan dana di bank

Cara mengajukan permintaan dana untuk membangun usaha – Cara Mengajukan Pinjaman Uang di Bank Untuk Buka Usaha – Modal merupakan syarat utama yang harus dipersiapkan saat hendak memulai sebuah usaha.

Tanpa modal yang cukup,  laju usaha Anda mungkin akan mengalami kendala di kemudian hari. Salah satu hal yang paling banyak dilakukan adalah dengan pinjaman uang di bank sebagai modal.

Cara Mengajukan Pinjaman Uang di Bank Untuk Buka Usaha

Mengajukan pinjaman uang ke bank memang memiliki persyaratan yang cukup rumit, akan tetapi jika Anda bersungguh-sungguh ingin membuka usaha maka sebaiknya Anda ikuti cara pinjam uang di Bank berikut ini.

Kenali Jenis Pinjaman di Bank

Hal yang pertama kali wajib kamu pahami sebelum mengetahui cara meminjam uang di bank adalah kenali terlebih dahulu apa sjaa jenis pinjaman yang ada di bank. Sebenarnya pinjaman di bank ada banyak jenisnya, tapi yang termasuk dalam kategori pinjaman dana tunai ada dua, yakni kredit tanpa agunan (KTA) dan kredit multiguna (KMG).

Kredit multiguna merupakan kredit yang mengharuskan kamu untuk memberikan jaminan atau agunan saat akan mengajukan pinjaman. Nama lain dari kredit multiguna adalah kredit dengan agunan. Agunan yang diberikan bisa berupa sertifikat rumah, BPKB (Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor) seperti mobil atau motor, serta surat-surat berharga lainnya. Nominal pinjaman yang diberikan biasanya berkisar antara 80%-70% dari nilai agunan. Jadi misalkan saja sertifikat rumah yang kamu gadaikan bernilai Rp200 juta, maka dana yang bisa diberikan oleh bank berkisar antara Rp160 juta hingga Rp140 juta.

Kebalikannya dari kredit multiguna, kredit tanpa agunan merupakan kredit yang tidak mengharuskanmu untuk memberikan jaminan atau agunan sehingga prosesnya tergolong lebih cepat karena tidak memerlukan proses penaksiran aset terlebih dahulu. Untuk kredit tanpa agunan, jumlah dana pinjaman yang diberikan tergantung masing-masing bank. Tapi rata-rata memberikan pinjaman minimal Rp5 juta hingga Rp300 juta lebih. Sedangkan untuk jangka waktu peminjaman kredit tanpa agunan tidak berbeda jauh dengan kredit multiguna karena rata-rata mematok jangka waktu maksimal hingga 60 bulan (5 tahun).

Pastikan Histori Kredit Bersih

Langkah yang pertama adalah pastikan kalau kamu memiliki histori kredit yang bersih. Bank tidak akan memberikan pinjaman kepada orang yang memiliki histori kredit yang buruk. Histori kredit adalah riwayat semua kredit yang pernah kamu miliki sebelumnya, misalkan saja kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit usaha, hingga kartu kredit. Jika saat ini masih ada cicilan kredit tersebut yang menunggak alias belum dibayar, segera selesaikan supaya tidak ada tunggakan lagi sehingga histori kredit jadi bersih.

Penuhi Persyaratan dan Dokumen yang Diminta

Jika sudah mencari bank penyedia pinjaman, penuhi persyaratan dan dokumen yang diminta oleh pihak bank. Kalau kamu mengajukannya secara offline, maka sediakan dokumen dalam bentuk fisik. Tapi jika mengajukannya secara online melalui website resmi bank, maka siapkan dokumen berbentuk digital yang sudah discan terlebih dahulu. Sebagai bahan acuanmu, ada beberapa syarat yang biasanya diminta oleh bank, yaitu:

  • Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  • Fotokopi buku tabungan
  • Fotokopi NPWP (nomor pokok wajib pajak)
  • Fotokopi slip gaji (ada bank yang menetapkan jumlah minimal gaji)
  • Fotokopi akta nikah (bagi yang sudah berkeluarga)
  • Kartu kredit (jika mengambil pinjaman pinjaman kredit tanpa agunan)
  • Dokumen penyerahan agunan (jika mengambil pinjaman Kredit Multiguna)

Ajukan Uang Pinjaman Seperlunya

Kemudian tetapkan berapa nominal uang yang akan kamu pinjam. Ingat ya Sobat, meskipun pihak bank memberikan maksimum plafon pinjaman yang sangat tinggi, tapi bukan berarti kamu bisa menentukan pinjaman dana tinggi karena bank juga akan menyesuaikan plafon pinjaman dengan penghasilan bulananmu. Jadi, ajukan saja seperlunya karena pinjaman yang lebih bisa membuat beban hutangmu jadi lebih banyak.

Tentukan Jangka Waktu Cicilan yang Sesuai

Meski terdengar sepele, tapi menentukan jangka waktu cicilan sangat penting dilakukan. Dengan menentukan jangka waktu cicilan, maka kamu bisa mengetahui berapa nominal dana yang harus kamu sisihkan per bulannya buntuk membayar cicilan. Semakin lama jangka waktu yang diambil, maka semakin kecil nominal cicilan per bulan, tapi jumlah keseluruhan hutang akan lebih besar karena ada bunga yang dibayarkan juga semakin besar. Tapi jika kamu mengambil jangka waktu yang pendek, maka nominal cicilan per bulan jadi lebih besar. Tapi keseluruhan hutang akan jadi lebih kecil karena bunga yang dibayarkan jadi lebih sedikit.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *