Ancol Potong Gaji Direksi hingga Tidak Buka Loker

Pertahankan Bisnis, Ancol Potong Gaji Direksi hingga Tidak Buka Loker

Ancol Potong Gaji Direksi hingga Tidak Buka Loker – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membeberkan sejumlah strategi bertahan atau siasat di pandemi COVID-19. Hal itu seiring merebaknya wabah asal Wuhan, China ini sangat berdampak terhadap kinerja perusahaan.

Direktur Keuangan Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Hari Sundjojo mengatakan strategi bertahan yang dilakukan perusahaan mulai dari pemotongan gaji direksi dan komisaris, hingga tidak membuka lowongan pekerjaan di tahun 2020.

Langkah itu mulai dari pemotongan gaji direksi dan komisaris hingga tidak membuka lowongan pekerjaan pada 2020 ini.

Direktur Keuangan Pembangunan Jaya Ancol Hari Sundjojo menjelaskan, upaya efisiensi arus kas perusahaan di antaranya dengan pemotongan penghasilan dewan komisaris dan direksi periode Juli-Desember 2020.

Ancol tidak membuka lowongan pekerjaan tahun ini

Dilansir theiotrevolution.com upaya lain untuk menjaga finansial perusahaan dengan mempertahankan formasi pegawai yang ada saat ini, kata dia, perseroan tidak akan melakukan penerimaan pegawai baru di tahun 2020.

“Untuk capital intensive, kami tahun ini tidak ada penerimaan. Kami coba bertahan dengan formasi yang ada, dan seluruh karyawan itu aktif untuk membantu operasional selama pembukaan kembali,” jelasnya.

Melakukan pemotongan THR direksi dan senior Management

Dia mengatakan, pihaknya juga melakukan pemotongan THR direksi dan senior management secara sukarela untuk reseller, nelayan, dan warga sekitar. Selain itu, mereka melakukan penyisihan penghasilan karyawan secara sukarela untuk keperluan perlengkapan dan peralatan.

Lebih lanjut ia menyebutkan, upaya lain untuk menjaga finansial perusahaan Pembangunan Jaya Ancol. Yakni dengan mempertahankan formasi pegawai yang ada saat ini. Artinya, tidak akan melakukan penerimaan pegawai baru di tahun 2020.

“Penundaan pembayaran jasa produksi kinerja 2019 juga dilakukan,” tuturnya.

Ancol rugi Rp14,63 miliar semester I-2020

Sebelumnya diberitakan, Ancol membukukan rugi Rp 146,3 miliar sepanjang semester I-2020. Angka itu merosot 306 persen dari kinerja di periode sama [ada 2019 di mana Ancol berhasil mengantongi laba bersih Rp 71,2 miliar.

Perseroan juga mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 58 persen menjadi Rp 254,2 miliar di periode Januari-Juni 2020. Padahal periode sama di tahun 2019 pendapatan mencapai Rp 607,8 miliar.