Bisnis Serum Tanaman Ini Laku Ribuan Botol per Detik

 Bisnis Serum Tanaman Ini Laku Ribuan Botol per Detik

Bisnis Serum Tanaman Ini Laku Ribuan Botol per Detik – Salah satu brand serum tanaman yang cukup hits adalah Ara Indonesia. Produk andalannya, yakni Plant Growth Stimulant, merupakan serum suplemen untuk menutrisi akar dan tunas. Fungsinya antara lain, memperkuat akar, memicu pertumbuhan tunas baru, serta rehabilitasi media tanam dan tanaman yang kering atau rontok.

Serum #nobrandplant pamornya kian menanjak di kalangan pecinta tanaman. Bisnis serum tanaman yang di bangun oleh dua sekawan Asoka Remadja dan Primus Hans ini menjadi buah bibir lantaran di sebut-sebut bisa menyuburkan kembali tanaman yang hampir mati. Kedua pemuda tersebut kini tengah mendulang untung dari usaha yang mereka rintis sejak Maret tahun ini. Bisnis serum mereka itu laris manis.

Namun, serum ini tidak di produksi setiap hari. Asoka menuturkan, waktu produksinya bisa mencapai dua bulan atau tiga bulan sekali. Dalam sekali produksi, sebanyak 5.000 botol bisa siap di jual. Belum setahun berjalan, omzet yang mereka raih sudah bisa mencapai Rp450 juta. Padahal, bisnis serum ini di bangun tanpa modal awal. Kok bisa? Begini kisah deposit poker pulsa 10000 Asoka dan Hans merintis #nobrandplant.

1. Di bangun tanpa modal

Jika biasanya modal yang besar menjadi hambatan seseorang dalam langkah memulai bisnis, kedua pemuda ini membuktikan sebaliknya. Dari kejelian dan kreativitas, Asoka dan Hans tidak mengeluarkan modal sedikit pun dalam memulai bisnis serum tanaman ini.

Serum ini di buat dari bahan sampah organik. “Karena kita itu memaksimalkan sampah yang ada di rumah kan, jadi bisa di bilang #nobrandplant ini kita tuh bisnis yang hampir tidak ada risiko sama sekali, karena kita gak pakai modal,” ujar Asoka.

“Udah gitu waktu itu di support sama si Mamanya Hans kan. Jadi di rumah (Hans) ada monstera banyak banget dan dia emang lagi mau di rapiin. Dia bilang ambil aja, itu jualin,” sambungnya.

2. Omzet per bulan rata-rata bisa mencapai Rp300-Rp450 juta

Hans mengatakan harga jual serum ini secara offline berkisar Rp75 ribu, sementara untuk online hanya di banderol Rp59 ribu. Sehingga berdasarkan perhitungannya secara rata-rata, bisnis ini bisa meraih omzet Rp300-Rp450 juta dalam kurun waktu satu bulan.

Saat di jual secara offline, lebih banyak biaya yang mereka keluarkan. “Kita kan harus buka tempat investasi di tempat, terus juga ada orang-orang yang kita tempatkan di dalam, plus kayak tempat tempat, lokasi ya bayar rental, bayar profit sharing gitu,” kata Hans.

“Jadi kita udah put account nominal nominal itu sih di dalam situ. Itu kenapa harganya lebih mahal di offline,” ujarnya.

3. Mencoba memaksimalkan kesempatan

120794666 391668135190479 1477130825019124551 n eed7b2ca0228359b3e52e9f69a91adc1 - Bisnis Serum Tanaman Ini Laku Ribuan Botol per Detik

Asoka dan Hans awalnya tidak menyangka bahwa bisnis serum #nobrandplant yang mereka bangun akan sangat di minati oleh masyarakat. Melihat pangsa pasar yang luar biasa ini, mereka pun memilih untuk tidak tutup mata.

So far yang kita lakukan sekarang sih kita berasal dari maksimal dan kita sangat sangat bersyukur sama temen-temen di dunia maya itu ya. Kita kan gak punya sosial media #nobrandplant ya. Semua itu based dari personal account sama Si Hans,” tutur Asoka.

Kekuatan promosi dari mulut ke mulut dari pada konsumen yang merasa puas terhadap serum produksi merekalah yang akhirnya membesarkan bisnis ini. “Support-nya dari mereka sih gila dan word of mouth mereka yang ngebuat #nobrandplant itu masuk ke grup grup ibu-ibu atau mama yang tidak main sosial media,” imbuhnya.