Berikut Pebisnis Wanita Inspiratif yang Tetap Berkarya di Tengah Pandemik

Berikut Pebisnis Wanita Inspiratif yang Tetap Berkarya di Tengah Pandemik

Berikut Pebisnis Wanita Inspiratif yang Tetap Berkarya di Tengah Pandemik – Pebisnis adalah sebutan bagi orang-orang yang terlibat dalam usaha-usaha yang bertujuan menghasilkan laba, umumnya dalam pengelolaan sebuah perusahaan.

Pandemik Covid-19 berdampak secara gak langsung terhadap berbagai sektor bisnis di seluruh dunia. Termasuk juga dengan lini bisnis kecantikan sampai teknologi.

Hal tersebut pun menjadi topik dalam sesi pertama “Sukses Berkarier” pada acara Festival Inspirasi Perempuan Indonesia 2020 yang digelar secara ekslusif di Aplikasi IDN Poker 2021 YouTube pada Jum’at.

1. Meski sempat mengalami hambatan di awal pandemik, mereka berusaha untuk cepat beradaptasi dan mencari inovasi

Hanifa Ambadar selaku founder dan CEO dari Female Daily Network membagikan kisah perjalanan bisnisnya. Sebagai pegiat bisnis kecantikan, dirinya mengaku sempat mengalami hambatan di awal masa pandemik.

“Perubahannya banyak banget sih. Salah satunya, di awal pandemik kita lihat konsumsi konten kecantikan menurun,” tuturnya.

Menurut Hanifa, hal itu disebabkan karena kebanyakan orang lebih fokus mengonsumsi konten yang membahas tentang kesehatan.

Hambatan di awal pandemik tersebut rupanya juga dirasakan oleh Putri Tanjung. CEO dan Founder Creativepreneur ini sempat merasa kewalahan karena ada banyak offline event yang harus ditunda.

“Stres banget di awal-awal karena semua tiba-tiba dibatalkan. Dikira 1-2 bulan lagi selesai. Akhirnya kita ikhlas menerima dan langsung melakukan sesuatu,” ujarnya.

Menurut Putri, kemampuan beradaptasi sangat diperlukan oleh para pemilik bisnis agar bisa survive dan gak tertinggal arus zaman.

2. Salah satu perubahan yang paling terasa adalah berfokusnya masyarakat pada konten digital

Salah satu dampak perubahan yang terasa oleh Hanifa adalah kecenderungan sikap masyarakat yang lebih senang menonton konten digital.

“Untuk bisa adaptasi dengan kebiasaan baru, kita pun bikin konten yang berhubungan dengan kegiatan yang ada di rumah. Dan, penonton video itu naik banget jadinya,” pungkasnya.

Hal serupa juga menjadi salah satu tantangan yang di rasakan oleh Putri. Ia memandang hal tersebut sebagai kesempatan untuk mendirikan CXO Media dan mengubah business model-nya.

Ia mengatakan, “Kita merasa kenapa gak bikin media sendiri aja? Apalagi sekarang ada YouTube yang bisa di akses kapan aja dan mudah pula”.

3. YouTube menjadi salah satu platform digital yang populer di kalangan para content creator lokal

Di penghujung tahun 2020, Putri merencanakan banyak program baru untuk kanal YouTube CXO media.

“Sekarang kita pindah business model dan sosialisasi offline menjadi online semua,” tambahnya.

Selain itu, Veronica Utami selaku Head of Marketing Google Indonesia pun memaparkan,

“Saat ini ada banyak creator yang kreatif, edukatif, dan menghibur di YouTube. Dan, mereka bisa menginspirasi dari berbagai sisi kehidupan”.

Ia memberikan beberapa contoh kanal yang menurutnya bisa memberikan banyak ide. Dari mulai kanal edukasi seperti “Kok Bisa” hingga kanal inspirasi kecantikan seperti yang di miliki oleh “Rachel Goddard”.

“Jadi ada banyak banget kanal-kanal lain yang bisa jadi sumber ide berkreasi, cari ide bisnis, ide masak, dan sebagainya. Festival ini juga bisa jadi wadah untuk mencari ide kreatif untuk para perempuan Indonesia,” pungkasnya.

4. Grafik perkembangan penonton YouTube di tengah pandemik pun mengalami peningkatan secara pesat

“YouTube punya lebih dari 9 juta pengunjung setiap bulannya. Namun, kenaikannya semakin cepat waktu pandemik, terutama pengguna perempuan,” ujar Veronica.

Menurut pendapatnya, hal itu di sebabkan karena YouTube telah menjadi platform pencarian ide atau pun ajang relaksasi yang mudah di dapatkan.

Ia memaparkan, “Kalau di pikir-pikir, perempuan itu lebih merasakan dampak pandemik. Karena di waktu yang bersamaan, ia harus mengurus banyak hal sekaligus. Dan itu bisa menyebabkan stress”.

Beberapa keyword yang populer di YouTube pada saat pandemik cukup luas jangkauannya, di antaranya adalah: online learning, meditasi, sampai dengan cara belanja online.

5. Harapan para pembicara untuk perkembangan diri para perempuan Indonesia

Di akhir sesi pertama, Hanifa membagikan sarannya untuk para perempuan Indonesia.

“Menurutku, 2020 itu banyak sekali wait and see mode, ya. Sebentar lagi udah mau ganti tahun, kita mau tunggu apa lagi? Jadi, harus lebih semangat dalam berkarya dan punya rencana yang lebih solid”.

Pesan yang serupa pun di tuturkan oleh Putri. Menurutnya, hambatan yang ada di tengah pandemik dapat di sulap menjadi kesempatan emas bagi siapa pun yang jeli melihat peluang.

“Karena sebenernya ada banyak sekali opportunity-nya dari sekian masalah yang ada. Sebagai women leaders kita harus bisa cari solusinya dan ubah itu jadi kesempatan,” ujar Putri sekaligus menutup jalannya acara diskusi.

Itu dia rangkuman acara sesi pertama dalam Festival Inspirasi Perempuan Indonesia 2020. Semoga bisa semakin membangkitkan semangat kamu-kamu yang lagi berjuang,